TenggelamnyaKapal Van Der Wijck by renny-338369. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Buka menu navigasi. Tutup saran Cari Cari. id Change Language Ubah Bahasa. close menu Bahasa. RESENSI NOVEL Tenggelamnya Kapal. RESENSI NOVEL Tenggelamnya Kapal. Anonymous UCnxL3. TUGAS rendy. TUGAS rendy. kikyali. perolehbahwa novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka dapat diterapkan dalam pembelajaran di SMA khususnya di kelas X dengan KD mengidentifikasi nilai- nilai dan isi yang terkandung dalam novel baik lisan maupun tulis yang diperoleh dari hasil wawancara bersama informan. Kata Kunci: Citra Wanita; Novel; Pembelajaran Sastra TheSinking of Van Der Wijck (2013) 164 min | Drama, Romance | 19 Dec 2013. 7.7 Rating: 7.7 / 10 from 1,413 users Metascore: N/A. Adapted from a classic novel with the same title, the movie tells a love story between Zainuddin, Hayati, and Aziz. With the difference in social background lead Zainuddin and Hayati's true love to a tragedy on ANALISISNOVEL " TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK" Karya : Buya Hamka. Disusun Oleh : JUMIANI SHINTA TRILESTARI NIM. 1811290038 Dosen Pengampuh : ANDRIADI, MA PROGRAM STUDI TADRIS BAHASA INDONESIA FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BENGKULU 2018. 0 ANALISIS NOVEL : A. Alur Dalam roman Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka menggunakan alur maju mundur, karena Vay Tiền Nhanh Ggads. 100% found this document useful 1 vote2K views7 pagesDescriptionResensi novelOriginal Titleresensi tenggelamnya kapal van der wijckCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote2K views7 pagesResensi Tenggelamnya Kapal Van Der WijckOriginal Titleresensi tenggelamnya kapal van der wijckJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. “Pergantungan jiwaku, Zainuddin. Ke mana langit tempatku bernaung setelah engkau hilang dariku, Zainuddin. Apakah artinya hidup ini bagiku kalau engkau pun telah memupus namaku dari hatimu”. Begitulah kiranya petikan kata yang terucap oleh Hayati, dalam novel bertajuk Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk yang telah mafhum aku baca. Novel yang menurutku lumayan bagus dari segi cerita dan tokohnya. Walau ditulis beberapa puluh tahun silam, namun cerita dari novel ini dapat menggambarkan keadaan kehidupan manusia zaman sekarang. Aku jadi bersemangat untuk langsung meresensi novel ini dengan gaya bahasaku sendiri, menurutku sendiri dan pendapatku sendiri tentang novel ini. Oh iya, novel yang akan aku resensi ini ialah revitalisasi dari buku yang berjudul sama terbitan Bulan Bintang cetakan ke 32 tahun 2014. Cetakan berikutnya diterbitkan oleh Gema Insani. Kenapa aku memberikan informasi ini di awal sebab, novel ini telah dicetak puluhan kali dari tahun pertamanya terbit. Jadi banyak gubahan dari segi penulisan kata sehingga sesuai EYD sehingga beberapa novel tiap cetakan mungkin berbeda. Resensi Novel “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” Identitas Buku Judul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Pengarang Haji Abdul Malik Karim Amrullah Hamka Genre Romantis, Sejarah Penerbit Gema Insani Tanggal Rilis/Cetakan Pertama Tahun 1938 Tahun Terbit 2017 cetakan pertama oleh Gema Insani Tempat Terbit Jakarta Jumlah Halaman 256 Halaman ISBN 978-602-250-416-0 Sinopsis Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Zainuddin ialah pemuda berdarah campuran Minang dan Bugis. Ayahnya berasal dari Batipuh sebuah desa di Padang Panjang Sumbar. Sementara ibunya asli orang Makasar Sulawesi Selatan. Pertemuan orang tua Zainuddin bermula ketika Ayahnya diasingkan dari tempat asalnya, Batipuh. Ayahnya kemudian menetap di Makasar dan memperistri ibunya Zainuddin. Pemuda 20 tahun tersebut amat menderita, di Makasar ia dianggap orang asing. Ayah ibunya pun telah meninggal sejak dirinya masih kecil sehingga ia diasuh oleh mamak angkatnya, Mak base. Timbul keinginan dari diri Zainuddin untuk pergi ke tanah asal ayahnya dengan pengharapan bahwa hidupnya akan lebih baik. Ia berharap jika keluarga di Batipuh dapat menerima dirinya dengan sambutan bahagia. Dia pun mantap pergi, setelah meminta meminta izin kepada mak angkatnya. Malang nasib pemuda itu, walau ia telah sampai di kampung halaman ayahnya, namun ia malah mendapat sambutan yang kurang baik. Dia dianggap orang asing, tidak beradat, asal usulnya tidak jelas dan sebagainya. ia pun kecewa dan hampir putus asa menjalani hidupnya. Ia menjadi anak yang terbuang. Namun keputus asaan nya sirna setelah ia bertemu seorang gadis cantik bernama Hayati, seorang bangsawan, beradat dan berlembaga. Ketidak nyamanan hidupnya di kampung sang ayah sedikit terobati setelah berkenalan dengan Hayati. Mereka pun saling jatuh cinta dalam keikhlasan dan kesucian jiwa. Cinta mereka tumbuh semakin kuat, hari demi hari. Namun, timbul larangan dari ninik-mamak Hayati yang tidak setuju hubungan asmara dua insan tersebut. Zainuddin dianggap tidak pantas berhubungan dengan Hayati. Ninik mamak Hayati menganggap Zainuddin sebagai pemuda yang tidak beradat, melarat, dan tidak berlembaga. Zainuddin kemudian diusir dari kampung Batipuh oleh ninik mamak Hayati, kini Zainuddin tinggal di kota Padang Panjang. Hayati mengukir janji bahwa akan setia kepada Zainuddun sebelum dia pergi ke Padang Panjang, namun Hayati mengingkarinya. Ia malah menikah dengan Aziz, seorang pemuda minang keturunan terhormat, beradat dan berlembaga serta kaya. Namun sifat dari Aziz tidaklah mencerminkan sosok bangsawan yang terhormat dan berdudi luhur. Mendengar pernikahan Hayati, remuklah hati Zainuddin. Ia putus asa dan hampir bunuh diri karena patah hati tersebut. Untuk mengobati luka hatinya, ia pergi ke tanah jawa untuk melupakan Hayati. Pergilah Zainuddin dengan sabatnya ke tanah Jawa. Di tanah Jawa, Zainuddin mencurahkan segenap luka di hatinya melalui tulisan yang ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa. Kini Zainuddin terkenal sebagai penulis yang masyur di tanah jawa. Kini dirinya menjadi orang yang bergelimang harta. Pada saat itulah ia bertemu kembali dengan Hayati, orang yang masih dicintainya itu. Hayati pergi mengikuti suaminya yang bekerja di tanah jawa. Lambat laun, perlakuan Azis kepadanya Hayati istrinya amatlah buruk. Ia menderita bersuami Aziz, kini ia menyesal meninggalkan Zainuddin. Singkat cerita, Aziz ialah orang yang tidak berbudi, dia gemar berjudi dan main perempuan. Karena kelakuan nya itu ia bangkrut, ia miskin dan rumah pun telah disita. Tanpa rasa malu, Aziz meminta tolong kepada Zainuddin untuk menolong nya. Ia meminta diperbolehkan menumpang di rumah Zainuddin. Aziz kemudian meminta maaf tentang segala kesalahan nya di masa lalu. Aziz kini bertaubat, kini dirinya berada di jalan yang benar. Aziz memutuskan untuk pergi dari rumah Zainuddin untuk mencari pekerjaan namun tidak dengan Hayati. Setelah pergi meninggalkan Hayati ia mengirim surat bahwa ia menceraikan Hayati. Ia sadar bahwa ia telah merebut Hayati dari Zainuddin. Setelah mengirim surat, dikabarkan Aziz telah bunuh diri di sebuah hotel. Kini Hayati menjadi janda. Hayati kemudian meminta untuk menjadi istri Zainuddin atas permintaan dari Aziz. Sebenarnya Zainuddin amat bahagia, namun ia teringat akan janji yang telah di ingkari Hayati, rasa patah hatinya dulu. Ia pun menolak pemintaan Hayati walau hatinya enggan melakukan itu. Disuruhlah Hayati untuk pulang ke kampung halaman nya di Batipuh. Hayati pun pergi, ia menaiki kapal Van Der Wijk. Tidak diduga ternyata kapal yang ditumpanginya tersebut tenggelam tanpa sebab, Hayati pun menjadi korban nya. Hayati meninggal. Zainuddin sedih bukan main, kini sinar kehidupan nya telah sirna. Ia meratapi keputusan yang telah ia buat, kesalahan kerena menolak dan menyuruh Hayati pergi. Kini hanya ada penesalalan dalam diri Zainuddin. Kisah selanjutnya ialah, Zainuddin tertimpa sakit kerena kehilangan orang yang dicintainya. Ia pun meninggal karena sebab tersebut. Dikuburkan lah mayat Zainuddin didekat Hayati, orang yang disukainya. Kisah cinta mereka berakhir tragis. Kelebihan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Novel dengan tajuk Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini memiliki sejumlah kelebihan menurut ku. Pertama ialah penulis menggambarkan keadaaan tanah Minang dengan begitu jelas. Penulis menggambarkan bagaimana kehidupan mayarakat dan adat di Padang Panjang dengan detail. Kedua ialah keindahan kesusastra an sangat terlihat karena penulis banyak menggunakan majas dan perumpamaan untuk menggambarkan latar tempat dan suasana dalam cerita ini. ketiga ialah cerita ini dapat menjadi inspirasi bagi kita kaum laki-laki untuk bejuang meraih impian. Kekurangan Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Kekurangan novel ini ialah bahasa yang digunakan membingungkan karena tidak menggunakan bahasa Indonesia yang kurang sesuai EYD. Bagi kalian mungkin butuh waktu untuk memahami baris demi baris cerita novel ini. Selain itu, banyak kata-kata yang tidak aku mengerti, hal ini sebab aku bukanlah orang Minang. Mungkin jika di berikan penjelasan di bawah cerita, lain lagi. Namun tidak sama sekali, tidak ada penjelasan apa arti kata asing tersebut. Penggambaran watak tokoh nya juga terkesan sadis-sadis. Kita bisa melihat bahwa Zainuddin yang tidak diterima dan dianggap orang asing dan ia diusir dari Desa Batipuh. Selain itu jelas tergambar jika adat Minang lebih mementingkan harta, tahta dan keturunan. Hal ini seperti semua orang di daerah tersebut seperti itu, padahal mungkin tidak. Kesimpulan Dengan membaca novel ini, aku menjadi terinspirasi untuk lebih giat berusaha agar tidak disepelekan orang. Aku tidak mau seperti Zainuddin yang pupus harapan nya karena faktor kekayaan, dianggap melarat dan bodoh. Dari novel ini aku juga mendapat banyak pengetahuan baru terutama kata-kata yang jarang aku dengar kini aku tahu maknanya. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Identitas BukuJudul buku Tenggelamnya Kapal Van Der WijckPengarang Buya Hamka Penerbit PT. Bulan Bintang Tahun terbit Cetakan ke-32 Tahun 2012Jumlah Halaman 236 halamanSinopsisNovel yang telah diangkat menjadi film ini menceritakan tradisi masyarakat Minang pada zaman itu. Penulis yaitu Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan Buaya Hamka mengkritik tradisi Minang terutama perkawinan paksa melalui novel ini. Novel ini menceritakan kisah cinta yang setia antara dua insan. Tokoh yang bernama Zainuddin adalah seorang yatim piatu yang memiliki nasib kurang beruntung. Ibu Zainuddin adalah orang asli Makasar yang menikah dnegan orang asli Minang. Oleh karena itu Zainuddin terbuang dari Makasar yang merupakan tanah kelahirannya. Pada suatu ketika Zainuddin mengunjungi Padang Panjang, namun disana ia dianggap sebagai orang Zainuddin bertemu dengan seorang gadis dari keluarga leluhur terpandang yang bernama Hayati. Zainuddin dan Hayati saling jatuh cinta, namun ibunya Hayati sangat tidak merestui hingga mengusir Zainuddin dari Pandang Pandang. meski Zainuddin pergi meninggalkan Hayati, tetapi mereka berjanji untuk tetap ini mengandung banyak amanat apalagi mengenai ranah budaya. Sangat menyentuh hati para cerita yang mudah untuk selalu sabar 1 2 Lihat Ruang Kelas Selengkapnya Jakarta – Suara Ekonomi Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck merupakan novel fiksi karya Buya Hamka. Novel ini membahas tentan percintaan, adat, keturunan dan kekayaan. Buku ini berlatar belakang di Mengkasar, Padang Panjang, Pelabuhan Tanjung Priok, dan Surabaya. Cover depan buku ” Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck “Sumber Bagian pertama, menceritakan seorang pemuda bernama Zainuddin yang ditinggal pergi oleh orang tuanya. Sang ayah diasingkan di Cilacap, karena telah membunuh ibunya yang selalu menggoroti hartanya. Saat beranjak remaja, sang ayah pun pergi menyusul ibunya. Setelah itu, Zainuddin pergi merantau ke negeri bapaknya, yaitu Minangkabau. Suatu hari, Zainuddin melihat seorang gadis cantik, lemah lembut yang bernama Hayati. Tanpa membutuhkan waktu lama, Zainuddin jatuh cinta dengan gadis cantik tersebut. Sayangnya, hubungan kasih Zainuddin dan Hayati tidak disetujui oleh ninik dan mamaknya Hayati. Tidak bersuku dan berbeda adat mejadi penghalang kisah cinta mereka. Hayati akhirnya menikah dengan Aziz, anak orang berada yang masih sesuku dan terikat kerabat. Awal pernikahan Hayati dengan Aziz sangatlah bahagia, karena Aziz pandai mengambil dan menyenangkan hati Hayati. Namun tanpa sepengetahuan Hayati, Aziz adalah orang yang memiliki hobi mabuk-mabukan, berjudi dan suka menghamburkan uang. Seiring berjalannya waktu, Aziz mengalami kebangkrutan yang disebabkan oleh ulahnya sendiri. Akibat kejadian tersebut, Aziz rela menceraikan Hayati demi Zainuddin. Sadar akan kehidupan yang semakin sulit, Aziz memutuskan untuk megakhiri hidupnya di sebuah hotel. Hayati dan Zainuddin bertolak pulang menaiki kapal Van Der Wijck dengan perasaan sedih. Salah satu bagian yang ada pada buku “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck” Sumber Kapal tersebut tenggelam dalam perjalanan. Hayati dan Zainuddin berhasil diselamatkan. Tidak lama kemudian, Hayati meninggal dunia ketika Zainuddin mengajarkan mengucap kalimat syahadat. Kemudian tidak lama Zaninuddin juga meninggal dunia, karena menanggung penyesalan yang tidak berkesudahan. Buku ini mengandung banyak pesan yang mendalam. Salah satunya harus selalu sabar dalam menghadapi segala cobaan dan penderitaan. Tentunya, novel ini sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja dan dewasa. Berikut informasi lain mengenai novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Kelebihan Buku ini sangat menyentuh hati para pembacanya dan alur ceritanya yang mudah dipahami para pembacanya. Buku ini mengajarkan banyak hal, salah satunya yaitu untuk selalu bersabar. Kekurangan Banyak kalimat yang bertele tele dan pemborosan kata sehingga membuat pembaca mudah bosan. Terlalu banyak menuliskan surat-surat antara Hayati dan Zainuddin. Cover belakang buku “Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck”Sumber Pengarang Buya Hamka Penerbit PT. Bulan Bintang Tahun terbit cetakan ke 32 Tahun 2012 Tebal 236 halaman Kota Terbit Jakarta Reporter Indah Syatirani Editor Jioti Nurhaliza

resensi novel tenggelamnya kapal van der wijck